Oleh Gisella Meiviana
Hotel Indonesia Kempinski merupakan hotel yang terletak di pusat Jakarta dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari kedutaan besar, wilayah pusat bisnis, dan pusat perbelanjaan serta tempat hiburan. Hanya membutuhkan waktu selama 45 menit untuk tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hotel ini adalah wajah baru dari Hotel Indonesia lama. Abel dan Wendy Sorensen, pasangan arsitek asal Amerika Serikat ialah arsitek pertama hotel ini yang dibangun daiatas tanah seluas 25.082 meter persegi dan merupakan hotel pertama yang dibangun di Indonesia serta yang pertama di asia tenggara. Tak banyak berubah dari wajah aslinya setelah pemugaran yang selesai di tahun 2009 dan memakan waktu hampir 5 tahun. Ini disebabkan bangunan termasuk dalam salah satu cagar budaya yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tanggal 29 Maret 1993. Karena memiliki bangunan mirip sebagai kebudayaan khas Indonesia yang berbagai ornament nya mirip dengan bangunan bersejarah yang beasal dari Indonesia dan meruapakan lambang “Bhineka Tunggal Ika” yang terdapat pada salah satu ornamen di dalam bangunan Hotel Indonesia tersebut.
Direnovasi di tahun 2008, desain interior hotel ini terinspirasi dengan seni dan budaya Indonesia kontemporer disempurnakan dengan area pertemuan yang luas yaitu ballroom seluas 3000 m² dan Bali Room 1000 m², cocok untuk acara pernikahan yang mengesankan di Jakarta. Saat ini Hotel Indonesia baru sudah selesai dalam tahap pemugaran. Hotel Indonesia dikelola oleh grup Kempinski dan namanya disesuaikan menjadi Hotel Indonesia - Kempinski, meski awalnya terjadi demonstrasi massa karena pergantian pengelolanya. Areal sekeliling Hotel Indonesia sekarang menjadi kompleks multi-guna dengan nama Grand Indonesia yang terdiri gedung perkantoran (Menara BCA dan Grand Indonesia Office tower), apartemen (Kempinski Residence), dan pusat perbelanjaan. Salah satu tenant yang telah menempati bagian mal dari Grand Indonesia adalah bioskop Blitzmegaplex dan 3 departement store Seibu, Debenhams, Alun-Alun Indonesia.
Walaupun hotel ini sudah berumur, Tetapi hotel ini sangat menarik bagi masyarakat yang melihat hotel ini. Karena walaupun terbilang sebagai hotel tua tapi hotel ini masih memiliki tampilan yang akan selalu di sukai oleh siapun baik yang hanya sekedar melihatnya dari jauh ataupun berkunjung untuk melihat keindahan dan kemegahan arsitektur dari hotel ini. Yang mememang kalo dilihat sangat indah bagi setiap orang yang melihatnya telebih lagi letaknya yang berada di pusat kota Jakarta yang melambangkan juga sebagai symbol negara Indonesia karena letaknya yamg berada di jantung ibukota negara indonseia tetapi juga karena namanya yang bagi sebagian orang mendengarnya sebagai lambang negara Indonesia yaitu Hotel Indonesia.
Ketika kita pergi ke jalan Thamrin, sebuah landmark legendaris berskala monumental tak mungkin terlewatkan. Begitu pun dengan Superblok Grand Indonesia yang terletak di sudut barat daya Bundaran HI. Bahkan, nama HI yang merupakan kependekan dari Hotel Indonesia berasal dari sebuah hotel dalam kawasan superblok ini. Hal tersebut terjadi karena pada era awal kawasan ini, tahun 1962,
Nilai sejarah dari hotel ini pun terlihat dari berbagai sudut ruangan.tetapi yang paling terlihat menonjol adalah ruangan yang disebut dengan baliroom karena terdapat tiga unsure budaya yang kuat dan seni-seni yang terdapat dalam baliroom tersebut dikenal menjadi indah. Unsusr seni pada patung “gadis kerikan” yang berada di dekat kolam renang tersebut. Unsur seni dan budaya merupakan keindahan dari panorama disuguhkannya benar-benar merupakan ciri khas bangsa Indonesia.
Empat puluh tujuh tahun kemudian, setelah berbagai peristiwa terjadi, Hotel Indonesia tetap kokoh berdiri menjadi landmark Kota Jakarta dan saksi bisu perjalanan sejarah Indonesia. Hanya saja penampilannya kini semakin mewah. Fungsinya bertambah dan kawasan sekitar Hotel Indonesia dikembangkan menjadi sebuah superblok yang mampu mewadahi empat kebutuhan utama masyarakat kota.yang dapat dilihat sebagai kawasan yang terkenal dengan prospek yang sangat pesat berkembang. Dengan nama kawasan SCBD = Sentral Sudirman Bussines District yang merupakan kawasan yang terdiri dari pusat perkantoran dan bisnis, menjadikan nilai lebih keberadaan dari Hotel Indonesia ini yang semakin menigkatkan minat orang untuk berkunjung atau pun hanya sekedar melihat kemegahan dari Hotel Indonesia.
Diposting 23rd November 2014 oleh Dibalik-Kaca
Label: Wajah Jakarta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar